Tampilkan postingan dengan label Furniture. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Furniture. Tampilkan semua postingan

6 Jenis Kayu yang Sering Digunakan untuk Membuat Furniture

Pada dasarnya, semua jenis kayu bisa digunakan sebagai bahan baku untuk membuat furniture, asalkan kayu tersebut memiliki tingkat kekerasan (bukan tingkat kegetasan) yang baik. Mengapa? Sebab, kayu yang memiliki tingkat kekerasan yang baik, dapat dengan mudah diproses seperti dipotong, diukir, diamplas dll. Jadi, intinya, apapun jenis kayunya asalkan memiliki tingkat kekerasan yang cukup bisa digunakan untuk membuat furniture ataupun perabotan lainnya yang terbuat dari kayu.


6 Jenis Kayu yang Sering Digunakan untuk Membuat Furniture
gambar dari alliafurniture.com
Tetapi, dari semua jenis kayu keras yang ada saat ini, sedikitnya hanya ada 6 jenis saja kayu yang sering atau biasa dipakai oleh masyarakat sebagai bahan baku untuk membuat beraneka macam produk furniture seperti meja, kursi, lemari, pintu dll. Keenam jenis kayu tersebut banyak dipilih atau digunakan bukan hanya karena mudah diproses tapi juga karena pertimbangan sisi kualitas kayu serta furniture yang dihasilkan nantinya. Dan keenam jenis kayu yang sering digunakan untuk membuat furniture tersebut antara lain:
  • Kayu Jati
Sudah bukan rahasia lagi jika kayu ini merupakan jenis kayu yang selalu menjadi primadona dalam dunia furniture. Sebab, bila dilihat dari sisi peminatnya, peminat furniture kayu jati tergolong sangat banyak, tidak hanya di Indonesia tapi bahkan hingga level Internasional. Selain dikenal kuat dan awet, furniture yang terbuat dari kayu jati juga terkesan mewah dan elegan. Penyebabnya adalah karena kayu jati memiliki serat dan tekstur kayu yang sarat nilai dekoratif. Jadi, selain kuat dan awet, furniture dari kayu jati juga mampu menampilkan kesan elegan dan mewah. (baca Review Furniture Kayu Jati).
  • Kayu mahoni
Jenis kayu yang banyak digunakan untuk membuat furniture berikutnya adalah kayu mahoni. Kayu ini banyak dipilih karena selain kualitasnya cukup baik, harganya juga jauh lebih murah jika dibanding harga kayu jati. Jadi, selain mampu menjaga kualitas furniture yang dibuat, dengan menggunakan kayu mahoni, para pengrajin furniture juga bisa lebih menghemat biaya produksi.
  • Kayu sonokeling
Kayu sonokeling banyak digunakan oleh masyarakat karena kayu ini memiliki keunikan tersendiri. Kayu sonokeling ini memiliki warna gelap yang alami ( tanpa diberi pewarnaan). Selain itu, furniture yang dibuat menggunakan kayu sonokeling juga dikenal awet dan elegan. Sebab, sama halnya dengan kayu jati, kayu sonokeling ini juga memiliki serat dan tekstur kayu yang indah atau dekoratif. (baca ulasan mengenai furniture kayu sonokeling).
  • Kayu akasia
Secara kasat mata, kayu akasia ini memiliki warna dan serat kayu yang hampir mirip dengan kayu jati. Dan itulah salah satu alasannya kayu ini banyak digunakan oleh masyarakat untuk membuat furniture. Selain itu, meskipun kayu akasia memiliki bobot cukup berat tapi kayu ini juga dikenal cukup awet dan kuat.
  • Kayu trembesi
Dewasa ini, permintaan furniture kayu trembesi bisa dibilang cukup tinggi, permintaan tersebut tidak hanya berasal dari dalam negeri tapi juga banyak yang berasal dari luar negeri. Kayu trembesi banyak dipilih oleh masyarakat untuk membuat furniture karena selain stoknya di alam masih banyak, ukuran kayu ini umumnya besar-besar. Itu sebabnya, sebagian besar desain atau model pada furniture kayu trembesi lebih menonjolkan ketebalan kayu.
  • Kayu kamper
Bicara kayu kamper tentu tidak bisa lepas dari kusen dan pintu. Kok bisa? sebab kayu kamper lebih dikenal sebagai bahan baku untuk membuat kusen dan pintu dari pada untuk membuat perabotan kayu.

Ulasan atau Review Mengenai Furniture Berbahan Kayu Sonokeling

Apakah anda sedang mencari sebuah furniture yang berbahan kayu sonokeling? Tapi masih waswas akan kualitasnya? Nah, jika jawabannya adalah iya, sebaiknya anda simak ulasan berikut ini, barangkali bisa menjadi pertimbangan anda untuk membeli furniture :

Salah satu kelemahan furniture berbahan kayu sonokeling ini adalah jika disertakan bagian gubal pada komponen furniturenya (baca apa itu gubal), maksudnya adalah untuk furniture kayu sonokeling yang kayunya terdapat banyak bagian gubal jelas kurang berkualitas. Mengapa? Sebab, gubal kayu sonokeling sangat rentan sekali dimakan rayap atau serangga perusak kayu lainnya, selain itu gubal kayu sonokeling juga mudah keropos jika ditempatkan pada tempat-tempat yang lembab atau bersentuhan langsung dengan tanah.

ulasan atau review furniture kayu sonokeling
gambar dari http://diallynantiquefurniture.blogspot.com
Tapi, furniture berbahan kayu sonokeling juga memiliki kelebihan atau keunggulan yang jarang ditemui pada furniture berbahan kayu lainnya. Keunggulan atau kelebihan furniture berbahan kayu sonokeling ini terdapat pada serat dan tekstur kayunya. Serat dan tekstur pada kayu sonokeling termasuk indah dan bernilai dekoratif yang mampu menjadikan furniture yang dibuat menggunakan kayu ini terlihat mewah dan menarik. Selain seratnya yang terkenal indah, kayu sonokeling juga memiliki kelebihan lain yaitu warna kayunya yang unik. Dikatakan unik sebab kayu sonokeling berwarna gelap (hitam keungu-unguan) secara alami (tanpa diberi pewarna). Tapi, warna yang unik tersebut juga bisa menjadi sebuah kelemahan dari kayu ini. Mengapa? Sebab, bagi anda yang suka dengan furniture yang finishingnya menggunakan warna-warna terang atau natural seperti walnut brown, candy cb, cocoa brown dll, furniture berbahan kayu sonokeling ini kurang cocok. Sebab, warna alami kayunya sudah gelap jadi tidak bisa difinishing dengan warna-warna muda atau warna natural.

Kelebihan lainnya adalah harganya yang tergolong murah untuk golongan kayu yang dikenal indah dan kuat. Furniture yang menggunakan kayu sonokeling sebagai bahannya ini lebih murah dari pada furniture berbahan kayu jati. Meskipun murah, bukan berarti murahan atau kualitasnya jelek lho. Asalkan tidak disertakan bagian gubal ketika proses pembuatannya, furniture berbahan kayu sonokeling ini cukup awet dan kuat ketika digunakan. Jadi furniture berbahan kayu sonokeling ini cocok bagi anda yang menginginkan furniture dengan kualitas baik tapi harganya tidak mahal-mahal amat (masih terjangkau).

Review Tentang Furniture Kayu Jati

Furniture yang terbuat dari kayu jati memang sudah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia bahkan internasional sebagai jenis furniture yang memiliki kualitas sangat baik. Meskipun bila dilihat dari sisi harga, harga furniture kayu jati memang jauh lebih mahal dibanding harga furniture berbahan jenis kayu lainnya, tapi secara kekuatan dan keindahan kayunya (kualitas), furniture berbahan kayu jati masih menang alias jauh lebih baik dibanding furniture dari kayu lainnya. Entah itu model kursi, meja, lemari, atau model yang lainnya asal proses pembuatannya menggunakan kayu jati pasti kualitasnya akan baik. Apalagi kayu yang digunakan adalah kayu jati yang sudah lulus seleksi, pasti kualitasnya akan lebih terjamin.

Kualitas furniture kayu jati, yang paling gampang dapat dilihat atau tampak pada serat dan tekstur kayunya yang indah, bentuk serat dan teksturnya lebih bernilai estetika dibanding serat dan tekstur jenis kayu lainnya. Selain ditunjukkan pada keindahan serat dan tekstur kayunya, keunggulan kualitas furniture kayu jati ini juga ditunjukkan pada kekuatan dan kekokohannya yang sangat baik.

Kayu jati memiliki pori-pori yang padat sehingga daya rekatnya terhadap lem, sekrup atau paku sangat kuat (tidak mudah kocak akibat lepasnya sekrup). Selain itu, padatnya pori-pori pada kayu jati juga membuat furniture kayu jati cukup tahan terhadap kelapukan, bahkan furniture yang menggunakan kayu kayu yang sudah lulus seleksi mampu bertahan dari pengaruh cuaca. Oleh sebab itulah, kayu jati banyak dipilih oleh pabrik-pabrik pembuatan furniture khususnya pabrik yang spesialis furniture garden untuk membuat aneka macam produk furniture garden.

Di bawah ini adalah 6 contoh furniture mentah (belum difinishing) yang terbuat dari kayu jati:

Contoh Furniture Indoor Jati
Contoh Kursi Jati


Contoh Furniture Garden jati
Contoh Furniture Garden jati


Contoh lemari jati
Review Tentang Furniture Kayu Jati

Jika anda memiliki cukup dana, lebih baik anda membeli furniture yang menggunakan kayu jati sebagai bahan bakunya. Sebab, selain kuat dan tahan terhadap rayap, bentuk tekstur dan seratnya juga terkesan lebih eksklusif dibanding kayu lainnya. Dan, meskipun harganya lebih mahal dibanding furniture dari kayu lainnya, bukan berarti lebih boros. Memang sekilas terlihat menghabiskan lebih banyak uang apabila membeli furniture kayu jati, tapi jika dihitung lamanya masa pemakaian, tentu akan lebih hemat daripada membeli furniture yang terbuat dari kayu lain yang mungkin hanya mampu bertahan kurang dari 2 tahun dan setelah itu keropos dan rusak.

Daftar Harga Kusen dan pintu 2013 dengan Kayu Kualitas Bagus

Harga sebuah kusen dan pintu kayu sangatlah variatif, ada banyak hal yang mempengaruhinya. Salah satunya adalah jenis kayu apa yang digunakan untuk membuat, apakah kayu jati, mahoni, kamper atau jenis kayu yang lainnya. Sebagaimana kita ketahui bahwa harga perkubik antara jenis kayu satu dengan jenis kayu lainnya pasti tidak sama, ada yang relatif murah dan ada juga yang harganya tergolong mahal.
Kusen dan Pintu
Harga Kusen dan Pintu

Selain dari jenis kayu yang digunakan, faktor lain yang mempengaruhi mahal tidaknya harga sebuah kusen dan pintu adalah ketebalan dan kualitas kayu yang digunakan. Meskipun sama-sama menggunakan satu jenis kayu (misal kayu jati), tapi belum tentu harganya sama, untuk kusen dan pintu yang menggunakan kayu jati tanpa kriteria atau dengan ketebalan lebih tipis (kayu jati yang kualitasnya biasa)tentu harganya akan jauh lebih murah dibanding harga pintu dan kusen dengan ketebalan standart atau yang menggunakan kayu jati yang kualitasnya bagus.

Nah, untuk patokan harga bagi anda yang berencana untuk membeli kusen atau pintu untuk rumah anda, berikut ini adalah daftar harga untuk kusen dan pintu yang menggunakan kayu mahoni, kamper dan kayu jati dengan kualitas bagus dan dengan ketebalan standart :
  • Harga Kusen dan Pintu berbahan Kayu Mahoni
Harga kusen kayu mahoni per meter lari dengan ketebalan 6 x 15 cm = 75.000
Harga per lembar pintu mahoni (ukuran ≤ 100 x 210 cm ) dengan ketebalan 4 cm = 750.000
  • Harga Kusen dan Pintu berbahan Kayu Kamper
Harga kusen kayu kamper per meter lari dengan ketebalan 6 x 15 cm = 135.000
Harga per lembar pintu kamper (ukuran ≤ 100 x 210 cm ) dengan ketebalan 4 cm = 1.100.000
  • Harga Kusen dan Pintu berbahan Kayu Jati
Harga kusen kayu jati per meter lari dengan ketebalan 6 x 15 cm = 150.000.
Harga per lembar pintu kayu jati ( ukuran ≤ 100 x 210 cm ) dengan ketebalan 4 cm = 1.250.000

Tentang Lemari Baju Sliding Door

Tahukah anda, apa yang dimaksud dengan lemari baju sliding door? Lemari baju sliding door adalah sebuah lemari pakaian sebagaimana lemari pakaian pada umumnya yang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan pakaian, yang membedakan hanya desain atau sistem bukaan pada pintunya saja, yakni menggunakan sistem sliding (geser). 

Dewasa ini, seiring dengan semakin banyaknya masyarakat yang tinggal di perumahan-perumahan mungil atau perumahan kecil, tren lemari baju sliding door ini juga turut booming. Sebab, kini masyarakat banyak yang lebih suka memilih lemari baju pintu sliding dari pada lemari baju yang pintunya bukaan biasa. 
Lemari Baju Sliding Door
gambar dari http://funitur.info

Anda tahu apa alasannya?

Alasannya adalah karena lemari baju pintu sliding lebih menghemat ruangan dari pada lemari baju yang bukaan biasa. Untuk mengoperasikan lemari baju pintu sliding ini (membuka atau menutupnya), cukup dengan cara menggeser pintunya ke kanan atau ke kiri saja tanpa memerlukan ruang tambahan seperti halnya pada lemari bukaan biasa. Jadi masih ada sisa ruang yang cukup jika ingin diisi dengan perabotan lainnya seperti bedside atau meja tulis.

Lebih baik mana antara lemari baju berpintu biasa dengan lemari baju berpintu sliding?

Pada dasarnya, antara lemari baju sliding door dan lemari baju bukaan biasa sama-sama baik. Hanya saja, dalam proses pembuatannya, lemari baju sliding door ini membutuhkan ketelatenan dan keahlian lebih dari pada membuat lemari baju yang pintunya bukaan biasa. Sebab, jika hal tersebut diabaikan, kemungkinan pintunya sulit diakses (digeser ke kanan dan ke kiri) nantinya akan sangat besar. Hal ini bisa jadi merupakan sebuah kekurangan dari lemari baju pintu sliding.

Kelebihan dan Kekurangan Furniture Rotan

Ketika anda berkeinginan untuk membeli furniture untuk mengisi ruang kosong di rumah anda. Ada baiknya jika anda teliti dulu mengenai apa dan seperti apa furniture yang anda butuhkan. Setelah itu, ada baiknya juga jika anda pertimbangkan furniture dari bahan apa yang sesuai dengan ruangan di rumah anda, apakah furniture berbahan kayu, besi, almunium, rotan dll. Sebab masing-masing bahan tersebut tentunya memiliki kelebihan dan kelemahan sendiri-sendiri. 
kelebihan dan kelemahan furniture rotan
gambar dari http://www.griyainterior.com

Nah, khusus furniture rotan, berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kelemahannya yang mungkin bisa menjadi pertimbangan bagi anda:

Kelebihan atau keunggulan furniture rotan :

Harga : furniture rotan banyak diminati oleh masyarakat, salah satunya karena harganya lebih murah dibanding harga furniture kayu solid.

Motif yang beragam (fashionable): Furniture rotan selalu memiliki daya tarik tersendiri. Furniture rotan ini memiliki variasi motifnya yang sangat beragam dan selalu menarik untuk dilihat. Furniture rotan dapat dibuat dengan berbagai macam model sesuai dengan tren yang sedang booming seperti minimalis, anyaman, model bulat telur dll.

Mudah untuk dipindahkan: tidak seperti furniture kayu solid yang kebanyakan berbobot lumayan berat, bobot furniture rotan jauh lebih ringan sehingga furniture rotan ini sangat mudah untuk dipindah-pindah.

Sedangkan kelemahan atau kekurangan furniture rotan adalah :

Tingkat keawetan: umumnya, furniture rotan kurang awet, maksudnya sangat rentan terserang serangga perusak. Selain itu, furniture rotan kurang tepat jika digunakan pada tempat-tempat yang terkena panas matahari secara berlebihan atau pada tempat-tempat yang bersentuhan secara langsung dengan tanah sebab hal itu akan memperpendek masa pemakaiannya.

Konstruksi: umumnya, bila dibandingkan dengan furniture kayu, konstruksi pada furniture rotan masih kalah kuat (lebih mudah rusak).

Masalah kebersihan: pada furniture rotan yang desainnya banyak lubang tentu akan menjadi sarang debu pada sela-selanya. Dan bagi anda yang tidak punya banyak waktu untuk merawat perabotan rumah (furniture), jelas hal ini akan menjadi kendala, sebab jika tidak dibersihkan tentu saja akan mengurangi keindahan furniture tersebut.

4 Macam Bahan Finishing Untuk Furniture

Saat ini, setidaknya ada 4 jenis bahan finishing furniture yang dapat biasa digunakan oleh masyarakat untuk memperindah tampilan furniturenya. Keempat jenis bahan finishing tersebut adalah sebagai berikut:

1. Serlak: Mungkin sudah banyak yang tahu mengenai bahan finishing yang satu ini, sebab serlak memang sudah ada dan sudah banyak digunakan dari dulu hingga sekarang. Di pasaran, serlak ini ada banyak jenisnya, ada yang berupa bubuk, batangan dan ada juga yang berbentuk serpihan. Dalam dalam penggunaannya, serlak membutuhkan pelarut yang mengandung alkohol, biasanya yang sering dipakai adalah spirtus.

2. Mowilex: mowilex merupakan jenis bahan finishing furniture yang menggunakan sistem water base, Dikatakan water base sebab mowilex memang tidak membutuhkan cairan yang mengandung unsur kimia untuk melarutkannya, tapi cukup dengan menggunakan air bersih sebagai pelarut atau pengencernya. Sebenarnya tidak hanya mowilex yang menggunakan sistem water base ini. Di pasaran saat ini telah muncul banyak produk baru yang juga menggunakan sistem water base. Penggunaan jenis bahan finishing ini lebih ramah lingkungan, oleh sebab itu, bahan finishing yang menggunakan sistem water base ini lebih disukai oleh masyarakat (konsumen) Eropa walaupun tingkat kehalusannya kurang maksimal.
bahan finishing furniture
gambar dari http://r4inh34rt.files.wordpress.com

3. Duco: Duco adalah cat. Penggunaannya cocok untuk jenis furniture yang tidak membutuhkan tampilan serat pada hasil finishingnya seperti furniture yang terbuat dari kayu olahan (triplek atau multiplek) atau furniture yang bukan terbuat dari jenis kayu mewah. Sebab sebagaimana cat pada umumnya, jenis bahan duco ini juga akan menutupi seluruh warna pada permukaan kayu ketika digunakan.

4. Melamine: Melamine merupakan bahan finishing generasi terbaru. Bahan ini mampu menjadikan permukaan furniture menjadi jauh lebih halus dan lebih terlihat elegan dari pada menggunakan jenis bahan lainnya. Jenis bahan ini sangat cocok digunakan pada jenis furniture mewah dan membutuhkan tampak serat asli. Tapi dalam prakteknya, bahan ini juga memiliki sisi kelemahan (baca kelebihan dan kelemahan finishing melamine).

Kelebihan dan Kekurangan Finishing Melamine !!!

Sebenarnya, ada banyak sekali jenis bahan finishing yang dapat digunakan untuk memfinishing furniture agar tampilannya lebih indah dan bersih, seperti politur, mowilex, duco, teak oil, melamine dll. Akan tetapi, dari sekian banyaknya jenis bahan finishing itu, melamine merupakan jenis finishing yang menggunakan teknologi terbaru alias lebih modern. Selain itu, melamine juga tergolong jenis bahan finishing yang cukup banyak digunakan oleh para industri permebelan untuk memfinishing produknya (furniture).

Anda tahu mengapa?
kelebihan dan kekurangan finishing melamine

Alasannya sederhana. Sebab finishing berbahan melamine memiliki beberapa kelebihan yang tidak terdapat pada jenis bahan finishing lainnya. Kelebihan finishing melamine itu terletak pada hasil akhir (tampilan barang) yang didapat. Hasil akhir yang didapat pada furniture yang difinishing menggunakan bahan finishing melamine memang terbukti lebih bagus (jauh lebih halus) jika dibandingkan dengan ketika memakai jenis bahan finishing lainnya. Selain itu, keawetan warna pada furniture yang difinishing dengan menggunakan melamine juga terbukti lebih tahan lama (tidak cepat pudar).

Lalu, apakah finishing dengan menggunakan melamine ini tidak ada kekurangannya?

Tentu ada, sebab pada dasarnya segala sesuatu pasti tidak ada yang sempurna 100% alias ada kelebihan dan kekurangannya.

Kalau begitu, apa kekurangan atau kelemahan finishing melamine?

Kelemahan finishing melamine yang pertama adalah proses pengerjaannya yang tergolong cukup lama (baca cara memfinish furniture dengan melamine). Hal ini akan terasa jika dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan pada proses finishing menggunakan bahan lainnya seperti politur ataupun teak oil yang cukup dikuaskan saja.

Sedangkan kelemahan finishing melamine yang kedua adalah kurang tahannya jenis bahan finishing ini terhadap keretakan. Maksudnya, finishing melamine ini biasanya mudah retak terutama pada sambungan atau ketika furniture yang difinishing menggunakan melamine ini terkena hawa panas yang agak tinggi dalam ruangan. 

Tentang Seperti Apa Furniture Kayu Suar !!!

Furniture kayu suar (kayu trembesi) bisa dibilang merupakan jenis furniture yang lagi naik pamornya. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya orang yang berminat terhadap jenis furniture ini. Bahkan, peminat furniture kayu suar ini tidak hanya berasal dari dalam negeri saja, masyarakat luar negeri pun juga banyak yang suka terhadap furniture kayu suar dari Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari semakin banyaknya jumlah ekspor furniture kayu suar ke sejumlah negara di luar negeri setiap tahunnya.

Apakah Furniture Kayu Suar ini merupakan Furniture yang Bagus?
furniture kayu suar
gambar dari http://img2.tokobagus.biz

Bisa dibilang begitu, tapi kembali lagi ke selera masing-masing orang, sebab selera tiap-tiap orang tidak akan sama. Tapi pada intinya, furniture kayu suar memang memiliki keunikan yang khas yang membedakannya dengan jenis furniture biasanya.

Unik? Seperti apakah keunikan furniture dari kayu suar?

Keunikan furniture kayu suar yang paling gampang dapat dilihat pada desainya. Tidak seperti pada jenis furniture kayu pada umumnya, pada furniture kayu suar biasanya kayu yang digunakan pada tiap-tiap komponennya  tebal dan lebar. Selain itu, warna dan motif (batik) pada serat kayu suar juga tergolong unik, oleh sebab itu, furniture kayu suar kebanyakan difinishing dengan menggunakan warna-warna natural (terlihat asli kayu). Kayu yang lebar serta motif serat yang unik, inilah yang membuat furniture kayu suar kini makin banyak diminati. Mungkin anda akan bisa membuktikannya jika melihat secara langsung.

Apakah furniture dari kayu suar sama kuatnya dengan furniture kayu jati?
mebel kayu trembesi
gambar dari http://www.artemano.ca

Jika yang dimaksud kuat adalah kuat dalam masalah konstruksi ketika dikerjakan, jawabannya adalah sudah tentu! Sebab kayu suar adalah jenis kayu yang memiliki tingkat kekerasan (bukan tingkat kegetasan) cukup baik sama halnya dengan kayu jati. Tingkat kekerasan ini berpengaruh terhadap daya rekatnya terhadap sekrup dan paku. Sedangkan jika kuat yang dimaksud adalah kuat terhadap serangan rayap atau serangga perusak kayu, jawabannya adalah masih kuat kayu jati.

Furniture Knockdown !!!

Apa itu Furniture Knockdown mas? Pertanyaan seperti inilah yang sering saya terima dari para calon customer saya di toko. Jadi saya mengambil sebuah kesimpulan bahwa ternyata tidak sedikit orang yang belum mengetahui apa dan seperti apa furniture knockdown itu?

Sebenarnya, furniture knockdown adalah sebuah kontruksi pada produk mebel yang dalam pembuatannya menggunakan sistem lepasan atau bongkar pasang. Atau cara gampangnya, furniture knockdown dapat diartikan sebagai furniture yang bisa dibongkar pasang (dibongkar lalu dirakit kembali). Jadi kekuatan pada furniture knockdown sebagian besar berasal dari baut atau sekrup yang digunakan untuk merekatkan komponen-komponen antar bagian, sebab dalam konstruksi ini tidak menggunakan lem sama sekali pada sambungan antar komponennya.

Jika tidak menggunakan lem, Apakah konstruksi pada furniture dengan sistem knockdown ini bisa kuat (tidak reyot)?

Jawabannya adalah relatif!!! Maksudnya, jika dalam proses pembuatannya betul-betul memperhitungkan sisi kekuatan konstruksi secara detail, mungkin furniture knockdown tersebut akan kuat atau kokoh. Tapi jika dalam proses pembuatannya hanya ambil gampangnya saja, sudah pasti furniture knockdown yang dibuat itu akan bermasalah atau malah tidak nyaman penggunaannya (menyulitkan sebab pasangannya tidak pas).

Apakah furniture knockdown sama dengan furniture lipat?

Jelas tidak sama, sesuai dengan pengertian sederhana di atas, furniture knockdown adalah jenis furniture yang bisa dibongkar pasang, sedangkan furniture lipat adalah jenis furniture yang bisa dilipat sedemikian rupa ketika sudah tidak digunakan.

Jenis furniture apa saja yang bisa dibuat dengan sistem knockdown?
furniture knockdown
gambar dari http://3.bp.blogspot.com

Pada dasarnya, semua jenis furniture bisa dibuat dengan menggunakan sistem knockdown ini baik Lemari, kursi, kabinet dapur(kitchen set),meja, dipan (tempat tidur) dan jenis-jenis lainnya. Tapi jenis furniture yang sering dibuat dengan sistem knockdown ini biasanya adalah jenis furniture yang memiliki ukuran besar dan sulit dipindahkan.

Bagaimanakah proses pembuatan furniture knockdown? Apakah sama sulitnya dengan proses pembuatan furniture paten?

Proses pembuatan antara furniture paten ataupun furniture knockdown, secara garis besar memang tidak jauh beda. Tapi, dalam prakteknya, proses pembuatan furniture dengan sistem bongkar pasang ini memang membutuhkan kejelian, perhitungan ukuran dan ketelatenan yang lebih ekstra daripada membuat furniture dengan sistem konstruksi paten. Bahkan, faktanya tidak sembarang tukang kayu (pengrajin) dapat diberi pekerjaan jenis furniture knockdown ini, harus dipilih tukang yang memang benar-benar mahir, berpengalaman dan telaten jika ingin furniture knockdown yang dibuat bisa sesuai dengan harapan (mudah digunakan).

Ruangan seperti apa yang cocok untuk furniture dengan sistem knockdown?

Sesuai dengan pengertian furniture knockdown di atas (bisa dibongkar dan dipasang kembali), jelas sekali jika furniture knockdown sangat cocok sekali untuk mengisi tempat-tempat atau ruang-ruang yang sulit dijangkau, salah satunya seperti ruangan yang berada di tingkat atas (untuk rumah yang bertingkat), sebab hal ini akan sangat memudahkan anda.

Jenis Furniture Indoor dan Jenis Furniture Garden

Secara garis besar, jenis-jenis furniture dibedakan menjadi 2 macam yakni furniture indoor dan furniture garden. Baik jenis furniture indoor maupun furniture garden pada dasarnya adalah sama, yakni sama-sama terbuat dari kayu, yang membedakan antara keduanya hanyalah dimana furniture itu digunakan atau ditempatkan.

Produk furniture yang dikategorikan ke dalam jenis furniture indoor adalah produk furniture yang penggunaannya atau penempatannya di dalam ruangan, contohnya bisa berupa tempat tidur, kabinet dapur, kursi tamu, lemari pakaian dll. Sedangkan yang dikategorikan sebagai furniture garden adalah kebalikannya yakni produk furniture yang penggunaannya di luar ruangan, contohnya seperti kursi kolam renang, meja makan garden, kursi taman dll.
furniture garden
gambar dari http://megumisekine.blogspot.com
Tentang Furniture Indoor dan Furniture Garden
gambar dari http://rimbakita.blogspot.com

Apakah bahan baku yang digunakan untuk membuat kedua jenis furniture tersebut berbeda?

Pada umumnya, bahan baku yang digunakan untuk membuat kedua jenis furniture tersebut memang berbeda. Bahan baku yang berbeda itu maksudnya bukan jenis bahan bakunya yang berbeda melainkan kualitas dari bahan bakunya yang berbeda (baca : kriteria bahan baku untuk mebel garden). Meskipun bahan baku yang digunakan untuk membuat kedua jenis furniture tersebut sama, misalkan kayu jati, tapi kualitas kayu jatinya yang berbeda.

Mengapa kualitas bahan baku untuk membuat kedua jenis furniture tersebut berbeda?

Karena antara furniture indoor dan furniture garden memiliki tingkat resiko kerusakan yang berbeda. Jadi dalam proses pembuatannya, harus ada perlakuan yang berbeda juga pada keduanya yakni dalam memilih bahan baku.

Lalu, lebih beresiko mana antara furniture indoor dan furniture garden dalam hal kerusakan?

Sesuai dengan lokasi penempatannya, furniture garden memiliki resiko kerusakan yang jauh lebih besar daripada resiko kerusakan pada jenis furniture indoor. Sebab dalam prakteknya, penggunaan furniture garden selalu berhubungan secara langsung dengan cuaca seperti panas atau hujan. Selain itu, furniture garden juga sering digunakan pada tempat-tempat yang bersentuhan langsung dengan tanah. Hal tersebut tentu saja akan membuat furniture garden ini menjadi tidak awet alias gampang rusak. Kerusakan pada furniture garden yang sering terjadi adalah berupa keropos, lapuk, melengkung, lepasnya konstruksi, retak dan bahkan pecah. Tetapi, lain halnya dengan furniture indoor, jenis furniture indoor ini memiliki resiko kerusakan yang lebih kecil daripada furniture garden, sebab furniture indoor tidak terpengaruh oleh cuaca dan tidak bersentuhan secara langsung dengan tanah.

Dari kedua jenis furniture tersebut (furniture indoor dan furniture garden), jenis furniture mana yang membutuhkan bahan baku berkualitas?

Jawabannya tentu saja furniture garden, penggunaan bahan baku yang berkualitas atau sesuai dengan kriteria akan meminimalisir resiko kerusakan pada jenis furniture garden. Tapi bukan berarti bahan baku untuk membuat jenis furniture indoor tidak berkualitas, tetap harus dibuat dengan bahan baku yang berkualitas, dan di sinilah proses produksi harus dikelola dengan bijak.

Furniture Minimalis : Desain Furniture yang Simpel, Elegan dan Kokoh

Saat ini, furniture minimalis merupakan jenis furniture yang banyak diminati oleh masyarakat, baik masyarakat Indonesia maupun masyarakat Internasional. Di Indonesia tren furniture bergaya minimalis ini pertama kali mewabah hanya di daerah perkotaan. Sebab masyarakat perkotaan umumnya memiliki mobilitas yang tinggi, sehingga membutuhkan jenis furniture yang tidak membutuhkan banyak waktu untuk merawatnya (membersihkannya) setiap hari.

Tapi, bukan berarti furniture berdesain minimalis hanya diminati oleh masyarakat perkotaan, sebab kini tidak sedikit masyarakat pedesaan yang telah merenovasi rumahnya menjadi berdesain minimalis, dan tentunya mereka juga akan sangat membutuhkan furniture berdesain minimalis untuk mengisi perabotan rumahnya.

Seperti Apakah Furniture minimalis itu?
furniture minimalis
Kesan kokoh dan kuat pada furniture minimalis

Kebanyakan orang mungkin menilai dan bahkan setuju jika furniture minimalis identik dengan jenis furniture yang berdesain simpel (sederhana). Tidak salah memang, sebab untuk furniture minimalis, kesimpelan atau kesederhanaan memang merupakan hal yang sengaja ditonjolkan, dan ini juga merupakan ciri khas dari furniture minimalis itu sendiri. Tapi jangan salah, dibalik kesederhaan pada desainnya itu, sebenarnya ada kesan lain yang paling ingin ditonjolkan yakni kesan elegan dan kokoh atau kuat. Furniture minimalis memang terlihat lebih elegan dan lebih kokoh dari pada desain furniture lainnya.

Kesan kokoh dan kuat untuk furniture minimalis ini dapat dilihat dari ketebalan tiap-tiap komponen yang digunakan untuk membuatnya. Kebanyakan komponen yang digunakan untuk membuat furniture minimalis dibuat dengan ukuran yang tebal.  Dan tentu saja, komponen yang tebal akan membuat hasil akhir dari furniture yang dibuat menjadi kokoh dan kuat. Anda bisa mengamatinya langsung di lapangan untuk membuktikannya.

Meskipun ciri khas utama furniture minimalis adalah kesimpelan pada desainnya (terlihat simpel), tapi bukan berarti tidak bisa ditambahkan aksen pemanis sama sekali pada desainnya. Sebab faktanya, banyak juga furniture minimalis yang sengaja dibuat dengan menambahkan aksen atau ornamen tambahan pada desainnya seperti penambahan ukiran. Tujuan penambahan aksen tambahan adalah agar lebih terlihat menarik (tidak monoton).
mebel minimalis
Ukiran motif minimalis

Tapi, penambahan ukiran ini tidak bisa dilakukan asal-asalan, harus ada pertimbangan supaya tidak menghilangkan keminimalisan pada desain furniture tersebut. Ukiran yang ditambahkan harus dibuat dengan motif-motif yang simpel seperti cukup dengan menambahkan variasi ukiran bermotif garis-garis atau ukiran yang bermotif simpel lainnya (intinya adalah memiliki serasi). Selain itu, penambahan aksen ukiran biasanya hanya dalam jumlah sedikit. Hal tersebut bertujuan supaya furniture yang dibuat itu tidak terlihat rumit (tidak kehilangan kesan keminimalisannya). Gambar di atas termasuk salah satu motif ukiran sederhana yang biasa ditambahkan pada furniture berdesain minimalis.

Alat-alat Pertukangan

Dalam industri permebelan, keberadaan alat-alat pertukangan yang memadai sangatlah penting. Sebab keberadaan peralatan yang memadai ini akan sangat berpengaruh terhadap efisiensi pengerjaan atau efisiensi proses produksi yakni bisa lebih menghemat waktu dan biaya. Apalagi, penggunanya trampil dalam menggunakan alat-alat pertukangan tersebut.

Berikut ini adalah jenis-jenis peralatan pertukangan standart yang mutlak harus ada dalam industri permebelan :

Bandsaw
gambar dari http://mulyojatiindah.blogspot.com
1. Bandsaw : alat ini bisa dianggap penting tapi juga bisa tidak. Maksudnya, bagi industri permebelan yang bahan bakunya (kayu) sudah berupa lembaran atau sirap, keberadaan alat ini tidak penting. Tetapi jika persediaan bahan baku masih berupa kayu gelondong atau kayu log, keberadaan alat ini sangat penting sebab bandsaw adalah gergaji serkel yang ukurannya besar, fungsinya untuk menggergaji kayu gelondong menjadi sirap atau lembaran.

2. Mesin serut atau mesin plener : Keberadaan mesin ini mutlak harus ada, mesin ini berfungsi untuk meratakan bidang kayu sebelum dibentuk. Secara garis besar, mesin plener ini ada 2 jenis yakni mesin plener  meja dan mesin plener tangan atau genggam.
alat permebelan
gambar dari http://anakunhas.com

Mesin plener meja : jenis alat serut ini lebih cocok digunakan untuk meratakan kayu yang berbidang lebar seperti lemari, meja, pintu dll

Sedangkan mesin plener tangan sangat fleksibel, bisa untuk meratakan kayu berbidang lebar maupun bagian kayu yang sulit dijangkau. Tapi, biasanya plener tangan ini digunakan untuk meratakan sambungan antar komponen kayu.

3. Mesin profil : mesin ini sering dibutuhkan untuk pembuatan variasi profilan pada kayu.

4. Mesin gergaji : mesin gergaji ini ada banyak macamnya, tetapi hanya ada 2 jenis yang paling penting yakni :

pertama adalah mesin gergaji potong yang berfungsi untuk memotong bidang lurus

kedua adalah mesin gergaji serkel yang memiliki fungsi untuk memotong atau membentuk kayu supaya hasilnya bengkok atau melengkung.
peralatan mebel
gambar dari http://www.perkakasku.com

5. Mesin bor : berfungsi untuk mengebor kayu.

Dan alat-alat pendukung lainnya adalah

1. Palu : berfungsi sebagai alat dorong bahan pelengkap lainnya seperti untuk menancapkan paku pada kayu.

2. Tata atau pahat : alat ini memiliki banyak kegunaan. Alat ini juga bisa digunakan untuk membuat lubang purusan pada kayu.

3. Obeng : alat ini berfungsi untuk memasang sekrup pada kayu.

4. Siku : alat ini berfungsi untuk mengetahui tingkat kesikuan barang pada saat dikerjakan.

5. Jidar atau mistar : biasanya, alat ini digunakan untuk membuat garis lurus pada kayu agar ketika kayu tersebut digergaji, hasilnya bisa benar-benar lurus.

6. Pensil : biasa digunakan untuk membuat mal atau bentuk komponen untuk barang yang akan dibuat.

Selain alat-alat pertukangan yang sudah disebutkan di atas itu, sebenarnya masih ada peralatan lain yang biasa digunakan dalam industri permebelan, tapi peralatan di atas sudah cukup atau alat standar yang harus ada dalam industri permebelan agar proses produksinya bisa lebih lancar dan lebih efisien terhadap waktu dan biaya juga tentunya.

Furniture Indonesia : Popularitasnya di Level Internasional

Selain dikenal sebagai negara yang kaya akan hasil hutan ( maksudnya kayu ), Indonesia juga sangat dikenal sebagai negara penghasil atau negara produsen aneka macam furniture berkualitas. Bahkan, popularitas furniture Indonesia tidak hanya dikenal dalam lingkup domestik, melainkan di tingkat Internasional pun furniture – furniture dari Indonesia ini sudah lama memiliki tempat.
furniture indonesia
Indikator popularitas furniture Indonesia di tingkat Internasional ini ditunjukkan oleh banyaknya volume permintaan yang berasal dari negara-negara luar negeri terhadap produk-produk furniture dari Indonesia untuk tiap tahunnya. Bahkan, meskipun kini sudah banyak muncul negara-negara pengekspor furniture baru seperti Thailand, Vietnam, China dll, tetapi volume permintaan atau volume ekspor furniture Indonesia terus-menerus selalu mengalami kenaikan atau peningkatan setiap tahunnya. Hal ini jelas merupakan sebuah pengakuan dari negara-negara Internasional ( negara – negara pengimpor furniture) kalau kualitas furniture Indonesia tidak mengecewakan dan boleh adu dengan kualitas furniture dari negara pengekspor atau penghasil furniture lainnya.

Peningkatan volume permintaan dari luar negeri terhadap furniture Indonesia ini tidak bisa lepas dari kreativitas industri-industri permebelan yang ada di Indonesia. Industri-industri permebelan inilah yang menjadi aktor penting yang membuat furniture Indonesia memiliki nama ( diperhitungkan ) hingga level Internasional. Mereka mampu memproduksi aneka jenis furniture berkualitas dengan desain dan konstruksi yang kokoh dan kuat serta dengan harga yang sangat kompetitif sehingga furniture-furniture dari Indonesia ini memiliki nilai tawar atau daya saing yang kuat di level Internasional.

Selain itu, industri-industri permebelan di Indonesia ini selalu aktif melakukan inovasi untuk selalu menghadirkan desain-desain furniture yang baru dan original sehingga furniturefurniture dari Indonesia ini bisa mampu mempertahankan eksistensi dan kepopularitasannya dibawah gempuran furniture-furniture dari negara lain.  

Jenisjenis furniture dari Indonesia ( baik furniture garden ataupun furniture indoor ) yang banyak diminati oleh pasar Internasional sebagian besar adalah jenis furniture yang terbuat dari kayu solid seperti kayu jati, kayu sonokeling, kayu suar, kayu mahoni dan bahkan kini furniture dari kayu kelapa pun juga mulai masuk dalam pasar Internasional.

Meskipun sebagian besar furniture berbahan kayu solid mendominasi, bukan berarti furniture berbahan selain kayu solid tidak disukai oleh masyarakat Internasional. Faktanya furniture berbahan rotan dari Indonesia juga memiliki tempat yang baik di level Intenasional. Furniture rotan dari Indonesia dikenal unik dan bernilai tinggi baik dari sisi desain maupun kualitas pengerjaan. Selain furniture rotan, masih ada lagi jenis furniture dari Indonesia yang sangat disukai oleh masyarakat Internasional, yakni furniture dari kayu solid yang dipadukan dengan eceng gondok. Jenis furniture ini sangat laris sebab furniture perpaduan antara kayu dan eceng gondok dari Indonesia ini mampu menonjolkan kesan elegan tanpa meninggalkan kesan naturalnya pada desainnya.

Jepara dan Pasuruan : Tempat Kulakan Furniture di Indonesia

Bagi anda yang masih baru atau ingin memulai usaha di bidang furniture, informasi mengenai tempat kulakan furniture ini (baik untuk furniture yang masih mentah maupun yang sudah difinishing) mungkin bisa bermanfaat untuk membantu kelancaran bisnis furniture anda. Di Indonesia, setidaknya ada  dua tempat yang sangat terkenal dan selalu menjadi jujukan bagi para pebisnis furniture untuk kulakan barang-barang, yakni Jepara dan Pasuruan. Sangking terkenalnya (Jepara dan Pasuruan), orang-orang yang kulakan di sana tidak hanya berasal dari daerah-daerah sekitar, melainkan banyak juga yang berasal dari luar kota, luar pulau dan bahkan buyer dari luar negeripun juga banyak.
tempat kulakan furniture
gambar dari http://www.productsdb.com

Pasuruan, adalah tempat kulakan furniture (baik furniture mentah maupun furniture yang sudah difinishing) yang berada di provinsi Jawa Timur. Di sini, ada dua desa yang selalu ramai dikunjungi oleh para pebisnis furniture untuk kulakan barang yakni desa Krapyak dan Bukir. Orang yang kulakan di sini, kebanyakan berasal dari luar kota seperti Jember, Malang, Surabaya, Probolinggo, Madiun, Bondowoso, Banyuwangi dll, dan beberapa juga berasal dari luar pulau seperti Madura, Kalimantan dan Sulawesi.

Sedangkan jepara, terletak di provinsi Jawa Tengah. Di sini, orang-orang yang kulakan furniture berasal dari banyak daerah, hampir seluruh Indonesia dan tidak sedikit pula yang berasal dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Eropa dan Amerika. Sebab, Produktifitas Jepara sebagai penghasil mebel memang berbeda dengan pasuruan, Jika di Pasuruan hanya ada dua tempat atau desa yang selalu ramai dan menjadi pusat atau jujukan bagi orang-orang yang ingin kulakan furniture, Di Jepara ini, jauh lebih banyak lagi tempat atau desa yang menjadi pusat kulakan furniture, sebab hampir 80% dari total penduduk Jepara berkecimpung dalam industri furniture dan hampir 80% juga dari mereka selalu mengandalkan furniture sebagai mata pencaharian utama. So, hampir semua desa di Jepara merupakan pusat untuk kulakan furniture

Kulakan furniture di Jepara sangat mudah dan efisien, sebab di sini, penataannya sangat  baik (satu desa hanya memproduksi satu jenis barang) sehingga sangat memudahkan dan menghemat waktu anda dalam mencari furniture yang diincar. Contohnya : jika anda mencari furniture jenis dipan atau tempat tidur, anda tidak perlu keliling seluruh Jepara untuk menemukannya, anda cukup menjalankan kendaraan anda menuju desa Tahunan saja, sebab dipan hanya di produksi di desa itu. Di sepanjang jalan di desa Tahunan dari ujung hingga ujung, anda nanti akan disuguhi dengan pemandangan yang membuat geleng-geleng kepala yakni tempat tidur dengan jumlah banyak dengan berbagai jenis dan model serta ukuran.

Dan sekedar referensi yang mungkin bermanfaat, berikut adalah tempat-tempat atau nama desa yang bisa menjadi jujukan bagi anda untuk kulakan furniture di Jepara :

Tahunan : tempat kulakan Tempat Tidur, Mimbar, Lemari Jam
Mangunan : tempat kulakan lemari dan buffet
Petekeyan : tempat kulakan kursi tamu minimalis
Senenan : tempat kulakan meja rias, sketsel dan gebyok
Sukodono : tempat kulakan kursi tamu dan kursi makan dengan ukiran plong
Tegal sambi : tempat kulakan kursi tamu ukir seperti kursi arimbi, kursi hongkong dll
Clumek : tempat kulakan kursi sudut
Mlonggo : tempat kulakan furniture garden

Ikea Furniture : Brand Furniture Kelas Dunia

Ikea Furniture ? Mungkin anda sudah sering mendengar tentang nama ini. Yups, tidak heran, sebab Ikea furniture memang sebuah brand mebel kelas atas dan bisnisnya telah menggurita bahkan hingga skala internasional. Kini, Ikea furniture sudah memiliki banyak jaringan atau cabang yang tersebar di berbagai negara di seluruh penjuru dunia. Hampir di tiap-tiap negara selalu ada kantor cabang dari perusahaan furniture asal swedia ini.
ikea furniture : brand furniture dunia

Ikea furniture pertama kali dirintis atau didirikan oleh seorang anak berumur 17 tahun yang berasal dari Swedia, anak itu bernama Ingvar Kamprad. Seperti pada umumnya dalam dunia usaha, pada masa awal-awal berdiri adalah fase perjuangan yang sulit. Apalagi bagi seorang anak berusia 17 tahun, pada masa awal menahkodai bisnis furniturenya pasti menemui banyak sekali kendala dan kesulitan.

Tapi berkat perjuangan yang gigih dan insting bisnis yang tajam, Ingvar Kamprad mampu membawa bisnis furniturenya (Ikea furniture) keluar dari kesulitan dan mampu mengimbangi para pesaingnya. Adalah sebuah prestasi besar bagi seorang pebisnis muda yang bermodal pas-pasan. Sebab, pebisnis senior pun belum tentu bisa melakukannya. Harus benar-benar ulet dan memiliki strategi yang tepat untuk bisa melakukannya. Strategi yang digunakan oleh Ingvar Kamprad bisa dibilang sederhana yakni dengan mempertahankan harga murah tetapi tetap menjaga kualitas. Selain itu, untuk lebih menunjang atau meningkatkan omset penjualannya, Ia lantas membuat sebuah showroom kecil yang berfungsi untuk memajang produk-produk terbaru dan kualitas yang ia tawarkan. Strategi yang ia terapkan terbukti efektif, banyak konsumen tertarik dan akhirnya membeli produk furniturenya dan ia pun menuai banyak keuntungan. Dari keuntungan-keuntungan yang ia peroleh dari penjualan itu, lantas ia kelola dengan bijak dan lambat laun Ikea furniture yang ia nahkodai menjadi semakin berkembang dan mengalahkan para pesaing-pesaingnya yang dulu. 

Kini Ikea furniture telah menjadi sebuah brand furniture kelas dunia yang sangat terkenal, setara dengan coca cola untuk minuman ringan dan McDonald untuk brand makanan cepat saji. Mungkin hal ini tidak pernah terbayang oleh Ingvar Kamprad pada saat petama kali merintisnya. Tapi itulah kenyataannya, perusahaan yang ia dirikan kini telah menggurita menjadi sebuah perusahaan furniture raksasa yang memiliki lebih dari 200 outlet yang tersebar di 31 negara dan memiliki lebih dari 75 000 pekerja. Dan Ikea furniture juga menyediakan desain-desain eksklusif yang disesuaikan dengan karakter tiap-tiap negar. Untuk itu, Ikea furniture selalu menggandeng seorang desainer furniture papan atas dari tiap-tiap negara agar mendapatkan desain furniture yang benar-benar berkualitas dan sesuai dengan pasar.

Tentang Ukiran Jepara !

Berbicara mengenai ukir-ukiran, yang pertama kali terlintas di pikiran pasti ukiran jepara. Tidak heran memang, sebab di Indonesia, jepara merupakan salah satu kawasan industri permebelan yang sangat besar dan banyak menghasilkan aneka macam produk ukir-ukiran berkualitas dan bernilai tinggi. Hingga saat ini, produk ukir-ukiran jepara telah didistribusikan secara luas ke banyak daerah. Hampir di seluruh wilayah di Indonesia pasti terdapat produk ukir-ukiran yang berasal dari jepara, baik berupa handycraft, mebel, kaligrafi, relief ataupun jenis produk ukir-ukiran lainya. Bahkan ada sebagian orang yang mengatakan kalau kiblatnya ukir-ukiran di Indonesia ya ada di Jepara. Meskipun di daerah-daerah lain tentunya juga ada kawasan industri serupa tapi perkembangannya tidak semaju dan sepesat di Jepara.
Ukiran Jepara
Kepopularitasan ukiran jepara tidak hanya terbatas di Indonesia saja , tapi juga sangat tersohor hingga ke mancanegara. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya permintaan dari Amerika dan negara-negara eropa terhadap produk ukir-ukiran jepara. Selain itu, produk ukir-ukiran jepara juga rutin diekspor ke beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Brunei dan Singapura.

Apa sih yang membuat ukiran jepara begitu populer dan sangat digemari baik di dalam negeri maupun mancanegara?

Sebenarnya hanya ada tiga hal mendasar atau kunci penting yang membuat ukiran jepara sangat digemari dan juga populer, yaitu inovasi (up to date), tampilan dan keterampilan (profesionalitas si pengukir).

  • Inovatif : Jika diamati, motif ukir-ukiran jepara pasti selalu berubah-ubah mengikuti tren, jadi motifnya tidak monoton (tidak membosankan), dengan kata lain motif ukiran jepara selalu inovatif. Kalau dulu ukir-ukiran jepara kebanyakan bermotif rumit (klasik) ala mak lampir, kini di era modern motif ukir-ukiran jepara dibuat lebih simpel dengan tujuan lebih menonjolkan kesan minimalis sesuai dengan kebanyakan konsep rumah saat ini.
  • Tampilan : ini merupakan ciri khas dari ukiran jepara. Tampilan ukiran jepara selalu terlihat luwes (tidak terlihat kaku) dan terlihat rapi sehingga ukirannya menarik dan enak dipandang (lebih bernilai). 
  • Pengukir : Untuk menciptakan motif ukiran yang inovatif dan tampilan menarik tidaklah mudah. Untuk ini dibutuhkan keahlian dan ketelatenan yang tinggi dari seorang pengukir. Selain itu, kreativitas dari si pengukir juga sangat dibutuhkan untuk menciptakan motif ukiran yang selalu inovatif.

Jenis-Jenis Ukiran Berdasarkan Teknik Pengerjaannya

Apabila dilihat dari sisi cara atau teknik pengerjaan, pada dasarnya jenis ukir-ukiran terbagi menjadi dua macam, yaitu jenis ukiran plong (bobok) dan jenis ukiran lemahan.  Apa itu ukiran plong dan apa yang dimaksud ukiran lemahan? Mari kita simak ulasan sederhana mengenai kedua jenis ukiran tersebut:

A) Ukiran plong juga bisa diartikan sebagai ukiran dengan lubang tembus, yakni jenis ukiran yang dibuat dengan cara melubangi bidang yang akan diukir terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan proses pengukiran secara manual menggunakan tatah ukir (alat ukir).
Ukiran Plong
Contoh Jenis Ukiran Plong
Contoh Mesin Bobok atau Plong
Proses atau tahapan kerja untuk jenis ukiran plong : 
  • Pertama : menggambar terlebih dahulu bidang kayu yang akan dilubangi, Biasanya menggunakan mal atau master gambar (sketsa) agar nantinya model ukiran yang dihasilkan bisa sama satu sama lain.
  • Kedua : gambar yang sudah dibuat, kemudian dibentuk dengan cara diplong atau dilubangi dengan menggunakan gergaji plong (mesin bobok).
  • Ketiga : setelah lubang terbentuk sesuai dengan pola gambar yang dibentuk, kemudian dilanjutkan dengan proses pengukiran agar lebih mempertegas dan memperindah motif ukiran yang dimaksud.
  • Keempat : ukiran siap dipasang sebagai ornamen pada kursi, meja, lemari, pintu dan aneka produk dari kayu lainnya.

B) Sedangkan jenis ukiran lemahan adalah jenis ukiran yang tidak berlubang. Jadi, jenis ukiran ini bisa dikatakan 100% dikerjakan secara manual, mulai dari proses membentuk hingga mempertegas pola gambar (tidak ada tahapan kerja yang menggunakan mesin). Proses pengerjaan jenis ukiran ini sedikit banyak hampir sama dengan cara memahat.
Jenis ukiran lemahan
Contoh Ukiran Lemahan 3 Dimensi
Mal ukiran
Contoh Master Mal atau Sketsa Ukiran
Proses atau tahapan kerja untuk jenis ukiran lemahan adalah sebagai berikut :
  • Pertama : sama dengan tahapan pertama pada proses ukiran plong di atas, yakni menggambar bidang atau kayu yang akan diukir terlebih dahulu (menggunakan master mal jika jumlah ukirannya banyak dan harus sama antara yang satu dengan yang lainnya).
  • Kedua : mengeruk bagian pinggir-pinggir bidang yang bergambar dengan menggunakan tatah ukir. Maksudnya begini, anggap saja bagian pinggir gambar ini sebagai background, jadi backgroundnya dibuat lebih ke dalam dari pada gambar(model ukiran) yang sudah dibuat, tujuannya adalah agar motif ukirannya terlihat dengan jelas ( 2 dimensi atau 3 dimensi).
  • Ketiga : Setelah background tadi terbentuk, kemudian dilanjutkan dengan mempertajam atau mempertegas bentuk ukiran yang dibuat agar tampilanya lebih indah dan mudah dikenali.
  • Keempat : selesai!!!
Dan kalau jenis ukir-ukiran berdasarkan karakternya (ke-khas-annya), jumlahnya banyak sekali, biasanya tiap-tiap daerah memiliki karakter ukiran dengan corak dan motif-motif yang khas seperti ukiran jepara, ukiran bali, ukiran madura, ukiran minangkabau, ukiran dayak dll. Tapi dari sekian banyaknya jenis ukiran yang ada di Indonesia ini, paling sedikit ada tiga jenis ukiran yang paling terkenal yaitu ukiran Jepara, Ukiran Bali dan Ukiran Madura.

Tips Memilih Pintu Kayu Untuk Rumah

Pintu merupakan sebuah elemen penting pada sebuah rumah. Sebab pintu memiliki peran sebagai sebuah penghubung serta pemisah antar ruangan yang ada di dalam rumah, dan juga sebagai penghubung antara kondisi di dalam rumah dengan kondisi di luar rumah. Selain sebagai penghubung dan pemisah antar ruangan, pintu juga memiliki peran lain yang tak kalah pentingnya yakni untuk menjaga privasi penghuni rumah serta menciptakan rasa aman bagi penghuni rumah dari gangguan dan bahaya yang berasal dari luar rumah.

Oleh karena itu, pemilihan pintu rumah harus diperhatikan dengan baik agar peran pintu bisa dimaksimalkan. Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika memilih pintu antara lain : jenis material yang digunakan, bentuk dan tampilan pintu, serta fungsinya.

Pada dasarnya, terdapat banyak jenis bahan atau material yang dapat digunakan untuk membuat pintu, seperti kaca, almunium, pvc, kayu dan bahan-bahan pabrikan lainnya. Dan dari sekian banyaknya jenis material pintu, penggunaan kayu untuk pintu rumah lebih dominan sebab kayu memiliki banyak kelebihan dibanding bahan-bahan pabrikan. 

Dan berikut adalah tips-tips untuk memilih pintu kayu untuk rumah :
    tips memilih pintu kayu
  1. Menentukan jenis kayu yang digunakan : Sebenarnya semua jenis kayu keras bisa digunakan untuk membuat pintu rumah, tetapi khusus untuk pintu utama atau pintu yang berhubungan secara langsung dengan kondisi luar sebaiknya dipilih kayu yang kuat dan tahan terhadap pengaruh cuaca seperti panas dan hujan. Bukannya apa, hal ini bertujuan agar pintu tidak mudah rusak atau keropos. Beberapa jenis kayu yang cocok dan lazim digunakan untuk bagian ini antara lain : kayu jati, kayu sonokeling, kayu kamper, dan kayu mahoni.
  2. Tebal pintu : Sebaiknya pilih pintu dengan ketebalan 4 cm (disarankan) atau minimal tebal 3,5 cm. Mengapa? Hal ini bertujuan agar pintu benar-benar kuat dan aman.
  3. Tingkat kekeringan kayu : Pilihlah pintu dengan kayu yang kering. Bukannya apa, jika pintu terbuat dari kayu basah (kadar air tinggi), pintu akan sangat rawan melengkung. Jika hal tersebut terjadi, jelas akan menyusahkan penghuni rumah ketika menutup dan membuka pintunya sebab posisi pintu akan berubah alias tidak pas lagi dengan kusennya.
  4. Desain : pilihlah desain yang sesuai dengan konsep rumah, contohnya : jika rumahnya berkonsep minimalis maka pilih desain pintu minimalis, sebaliknya, jika rumah tersebut berkonsep klasik, pilihlah pintu dengan ornamen ukiran. (Hanya untuk mempertegas dan mempercantik tampilan rumah)
  5. Sesuaikan dengan fungsinya : untuk memaksimalkan ruangan sempit,  anda bisa menyesuaikan dengan memilih pintu sliding atau pintu geser. Hal ini bertujuan agar tidak banyak space ruang yang terpakai hanya untuk pintu.