Ciri-ciri Kayu Jati Yang Berkualitas Baik

Bookmark and Share
Pada dasarnya, kayu jati adalah jenis kayu yang memiliki kualitas baik, bahkan tidak sedikit orang yang bilang kalau kualitas kayu jati sebagai kayu pertukangan adalah nomer wahid. Kayu ini biasa dipakai oleh masyarakat sebagai bahan baku untuk membuat mebel, baik mebel garden maupun mebel indoor. Bahkan penggunaan kayu jati untuk furniture yang ditempatkan secara langsung dengan tanah juga sangat disarankan. 

Yang menjadi pertanyaan, apakah kayu jati selalu berkualitas bagus?

Jawabannya adalah belum tentu juga, sebab banyak juga kayu jati yang kualitasnya kurang bagus atau pas-pasan beredar di pasaran. Biasanya kayu jati dengan kualitas seperti ini merupakan jenis kayu jati muda atau jenis-jenis tertentu dari kayu jati (silakan baca jenis-jenis kayu jati).

Lalu, apakah kayu jati tua adalah jenis kayu jati yang berkualitas bagus?

Jawabannya adalah tentu, kayu jati yang tua pasti berkualitas bagus, sebab, kayu jati tua memiliki pori-pori yang lebih padat sehingga kayu menjadi kuat dan awet. Selain itu, kayu jati tua memiliki permukaan yang sangat dekoratif, sebab tekstur dan serat kayunya memang sudah terbentuk dengan sempurna dan indah. Akan tetapi, untuk memperoleh kayu jati yang lebih berkualitas, kalau hanya berpatokan pada umur kayu dirasa masih belum cukup, sebab seberapapun tuanya umur dari sebuah kayu, pasti tidak akan luput dari cacat kayu yang terbentuk secara alami.

Untuk itu, di bawah ini merupakan ciri-ciri kayu jati yang berkualitas bagus :

kayu jati berkualitas
contoh mata mati
  1. Tentu saja umur kayu harus benar-benar tua. Sebab kayu tua memiliki tingkat kekuatan dan keawetan yang sangat bagus.
  2. Pori-pori kayu terlihat padat. Pori-pori yang padat menjadikan kayu jati lebih awet dan tahan terhadap serangan hama perusak kayu seperti rayap.
  3. Warna kayu lebih hidup. Kayu jati yang berkualitas bagus pasti kayunya tua, dan warna permukaan kayu pada kayu jati yang berumur tua akan terlihat lebih hidup, penyebbnya adalah banyaknya pigmen kayu yang terbentuk pada kayu jati tua.
  4. Tidak terdapat mata mati pada kayu. Mata mati perlu dihindari sebab kayu dengan mata mati memiliki kemingkinan patah sangat besar.
  5. Tidak ada hati kayu. Hati kayu adalah bagian dari pusat kayu, bagian ini biasanya berisi seperti gabus. Umumnya, tampilan hati pada kayu, berbentuk seperti garis yang panjang (jleret) dan apabila terlepas akan menimbulkan bekas yang dapat merusak keindahan kayu jati.
  6. Kayu tidak berlubang. Sama seperti keberadaan hati kayu, lubang pada kayu juga menyebabkan tampilan kayu menjadi tidak bagus karena akan terlihat banyak dempul untuk menutupinya.
  7. Tidak ada gubal kayu, atau kalaupun ada sebisa mungkin diminimalisir sesedikit mungkin (± 3% kayu gubal masih dianggap berkualitas)
Semoga membantu atau, kalau anda masih merasa kesulitan untuk mengetahui ciri-ciri kayu jati yang baik, untuk sementara waktu, anda bisa meminta bantuan pada orang-orang yang benar-benar memahami tentang kayu jati ketika anda hendak membeli kayu jati atau mebel yang terbuat dari kayu jati. Dan dari situ, mungkin nantinya anda akan memahami maksud ulasan di atas.